Tiba-tiba ada sesuatu yang mengingatkan saya bahwa kasihan dengan orang lain bukan berarti harus mengorbankan diri sendiri untuk dilalaikan. Mungkin istilah orang lain ‘disepelekan’. Atau lebih jahat ‘didiskriminasikan’. Penyebutan melalui rasa kasihan, rasa empaty, atau rasa-rasa apalah. Akan semakin membenamkan kita dalam satu ketakberdayaan.
Saya sendiri kadang selalu lupa bahwa orang lain membutuhkan balasan SMS dari kita pada saat pertanyaan itu sangat penting, walaupun sekedar : ‘apa kabar? sibuk?’. Bukan karena kasihan, tapi karena mereka membutuhkan hal itu. Saya jadi ingat perkataan orang lain yang mengatakan ” sahabat adalah orang yang menanyakan kabar tentang kita dan menunggu jawabannya”. Dan itulah human. Selalu melihat sisi orang lain..kenapa mereka tidak seperti saya?.
Hal seperti itulah yang selalu mengingatkan saya tentang kursi panjang di mana seorang teman dengan setia memberi tahu hal-hal yang menurut dia pantas dan tidak pantas untuk dilakukan terhadap orang lain sebagai human.
Diskusi
Belum ada komentar.